Dunia itu terlalu luas kalau cuma dilihat dari layar HP aja. Akhirnya kita stop scrolling dan mulai melangkah [ceritanya ngintilin Aa xixixi], dan ternyata realitanya jauh lebih epik. Yap.. di awal tahun 2023 menjadi first experience kita ke negara tetangga. Rencana dadakan kayak tahu bulat pun terlaksana dengan perasaan excited dan "nano-nano". Kita mengeksplor tiga negara yang sering menjadi rute trip tiga negara buat banyak turis, yaitu Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Beberapa hari pertama kita mendarat di negara Upin Ipin, yaa.. di mana lagi kalo bukan Malaysia. Negara yang budaya dan bahasanya gak terlalu beda sama Indonesia ini menjadi tujuan yang nyaman buat dikunjungi. Selama di Malaysia, kita menjelajahi tiga kota, yaitu Kuala Lumpur, George Town, dan Johor Bahru, yang masing-masing punya peran berbeda. Kuala Lumpur dengan vibes metropolitan yang identik dengan Petronas, George Town (Ibu Kota Penang) dengan vibes vintage yang penuh bangunan bersejarah, dan Johor Bahru dengan vibes kota perbatasan yang modern karena nempel banget sama Singapura.
Lanjut, kita melipir lintas negara ke Thailand bagian selatan yang berbatasan langsung sama Malaysia, yaitu Kota Hat Yai. Kota ini ibarat "pintu masuk" pertama buat para traveler yang mau ngerasain Thailand via jalur darat. Meskipun di Hat Yai kita cuma "numpang tidur" semalam, tapi kota ini sukses jadi tempat singgah yang kasih suasana baru. Perjalanan berlanjut saat kita balik ke Malaysia menuju George Town. Ini bagian paling seru, kita naik kereta dengan "AC alami" alias angin sepoi-sepoi dari jendela terbuka wkwk. Setelah itu, perjalanan diakhiri dengan menyeberang naik kapal feri sekitar 10-15 menit.
Setelah "Hat Yai One Day Escape", sampailah kita di George Town yang juga jadi tempat healing tipis-tipis modal naik kereta. Keesokan harinya kita melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru. Di Johor Bahru kita bermalam beberapa hari dengan tujuan trip ke tetangga seberang, yaitu Singapura yang kita singgahi PP naik bus. Beuhh.. seru poll, berasa kayak main ke rumah tetangga, lima langkah dari rumah [ehee canda].
Tiga negara, sejuta memori! Dari sejuknya kabut di Genting, nendangnya Tom Yum di Hat Yai, sampai gemerlap lampu di Marina Bay. Trip ini ngebuktiin kalau One Day Escape di tiap kota itu bisa banget dilakuin. Moga di lain kesempatan kita bisa eksplor tempat baru yang bakal jadi the ultimate Southeast Asia. Aamiin..
Vol.1 Strolling Around Malaysia: Kuala Lumpur - George Town - Johor Bahru
Kuala Lumpur Place to Go: Dari Tangga Pelangi sampai Jajanan Alor
First Stamp for the First Stop: Kuala Lumpur
Batu Caves dengan Keindahannya
Alor Night Market: Melting Pot Kuliner AsiaÂ
Awana Skyway (Gondola Gantung)
Genting Highlands: "Las Vegas-nya Malaysia"
Tau Gak Sih?
Genting Highlands adalah destinasi yang masuk kategori "City in the Clouds". Lokasinya ada di Pahang, tepatnya di perbatasan antara negara bagian Pahang dan Selangor (jadi bukan di Kuala Lumpur yaa). Tempat ini nempel banget sama Kuala Lumpur (sekitar 1 jam perjalanan), tapi suasananya beda 180 derajat karena dingin dan berkabut. Dijuluki "Las Vegas-nya Malaysia" karena Genting Highlands dikenal dengan pusat hiburan, kasino, dan kerlap-kerlip lampunya.Â
Penang Hill Dump: Melihat Landscape George Town dari Titik TertinggiÂ
Stasiun Butterworth (Penang Sentral) to George Town
Penang Hill (Bukit Bendera): Titik Tertinggi di Pulau Pinang
Tau Gak Sih?
Stasiun Butterworth (Penang Sentral) merupakan "Titik Nol" jalur kereta api Malaysia alias titik awal dari lintasan kereta api di Malaysia, baik yang mengarah ke Utara (Thailand) maupun ke Selatan (Singapura). Di sini, akhir perjalanan kita via kereta dari Hat Yai untuk lanjut nyebrang ke Pulau Pinang (George Town) via kapal feri.
Di Penang Hill, kita naik Funicular Train (kereta kabel yang nempel di rel) yang miring banget. Kereta yang kita naiki itu salah satu jalur yang tercuram di dunia. Pantesan "senam jantung" dikit, tapi terbayar lunas sama vibes hutan hujan berumur 130 juta tahun yang dibilang UNESCO sebagai paru-parunya Penang.
Johor Bahru: Tetangga Dekat Singapura
Short Flight from Penang to Johor Bahru
Tau Gak Sih?
Johor Bahru dikenal sebagai kota dengan "Pintu Perbatasan" terpadat di dunia. Causeway (jembatan penghubung JB - SG) adalah salah satu perlintasan darat paling sibuk di dunia. Setiap harinya, ada ratusan ribu orang yang mondar-mandir antar dua negara ini untuk kerja atau sekolah. Jadi, kalau lewat sini kita lagi berada di jalur tersibuk bumi.
Di Johor Bahru kita bermalam beberapa hari.. tapi mohon maaf lahir batin yaa kalau fotonya minimalis, dokumentasinya agak misterius. Entah filenya lagi main petak umpet atau emang kita yang terlalu fokus jadi turis sampai lupa "cekrek" kamera hehe. Dan juga, dari pagi udah menapakkan kaki di Singapura, pulang-pulang udah lowbat. Tapi yang penting memori di hati tetap aman.
Vol.2 Strolling Around Thailand: Hat Yai
Hat Yai One Day Escape: Thailand Rasa Lokal
First Night in Hat Yai Check
Perut Kenyang, Hati Senang :)
OTW Back to George Town via Kereta
Tau Gak Sih?
Hat Yai berada di Provinsi Songkhla. Kota ini adalah titik transit utama bagi traveler yang masuk ke Thailand lewat jalur darat dari Malaysia (via perbatasan Padang Besar atau Bukit Kayu Hitam). Hat Yai termasuk kota terbesar di Thailand Selatan (bahkan lebih besar dari ibu kota provinsinya sendiri). Kota ini jadi pusat belanja, kuliner, dan hiburan paling ramai di wilayah bawah Thailand.
Fyi.. rute kali ini agak wira-wiri yaa wkwk, karena mau ngerasain mode transportasi darat Thailand - Malaysia. Jadi.. rute awal dari Kuala Lumpur ke Hat Yai (MLY - Thai) jalur udara, lanjut dari Hat Yai ke George Town (Thai - MLY) jalur darat.
Vol.3 Strolling Around Singapura: Edisi Pulang Pergi Lintas Negara
Travel Hack: Cara Main ke Singapura Tanpa Nginep
Day 1: Menemukan Vibes Ikonik di Tiap Sudut Kota
The Last Stroll [huhuu :(]
Tau Gak Sih?
Sebelum pulang ke Indonesia pasti mampir ke Jewel Changi dan gak lupa ke "bintang utamanya" Bandara Changi. Gak lain dan gak bukan adalah HSBC Rain Vortex, air terjun indoor tertinggi di dunia yang tingginya mencapai 40 meter. Kerennya lagi, airnya itu hasil sirkulasi air hujan yang dikumpulin di gedung itu. Definisi teknologi ketemu estetika.
Sedikit cerita hehe..
Hari pertama kita jalan santai mengelilingi tempat-tempat ikonik. Kita juga sempat mencicipi es krim roti yang legend itu [sayangnya gak kedokumentasi]. Lanjut, kita mampir ke Bugis Street buat cari suasana baru, tapi yaa gitu.. lagi-lagi fotonya absen alias tak nampak di galeri hehe. Dan.. udah jadi rahasia umum yaa kalo biaya hidup di sana tuh "mehong" bree! wkwk [menyala dompet Aa :)]. Harga air mineral botol di 7-Eleven juga mayan mahal daripada harga es teh atau minuman bersoda.
Datanglah hari kedua sekaligus hari terakhir. Sebagai last bite sebelum balik ke Indo, kita manfaatin waktu buat melipir ke Universal Studios Singapore (USS). Setelah puas muter-muter di depan bola dunia USS yang ikonik itu, perut udah mulai demo. Akhirnya kita gasspoll ke Chatuchak Night Market Singapore (pasar malam ala Thailand yang dibawa ke SG). Vibes-nya unik banget, serasa balik lagi ke Thailand tapi versi Singapura.
Hari kedua ini bener-bener jadi last sprint kita di Singapura sebelum check-in pesawat. Setelah itu, ya udah deh.. waktunya kita meluncur ke Bandara Changi. And then, it's time to say goodbye [tapi gamauu bye-bye hikss].