Definisi healing tuh salah satunya "pindah tempat tidur", menyeberangi pulau dan sampailah di rumah Aa hehe. Kali ini kita main-main ke Kota Bontang, Kalimantan Timur. Fyi.. Bontang itu bukan sekedar "kota industri" yang kaku. Vibe-nya beda, lebih tenang dan rapi. Salah satu magnetnya adalah Bontang Kuala.
Bontang Kuala adalah kampung nelayan yang seluruhnya berdiri di atas air. Jalannya terbuat dari kayu ulin yang super kuat. Tips tipis-tipis, kalau ke sini sore-sore wajib coba Gami Bawis (sambal khas yang dimasak mendidih di atas cobek tanah liat) sambil menikmati sunset. Rasanya? Fixed.. dijamin nagih dan pengen balik lagi. Apalagi ikannya cuma ada di perairan Bontang alias ikan endemik, makanya rasanya spesial.
Emang sih, Bontang tuh kecil kalau dibandingin luas Kalimantan. Mungkin banyak yang ngira kalau Bontang jauh dari peradaban, perjalanan ke sana pun masih didominasi hutan sekunder dan sesekali ada perkebunan sawit. Eitss.. tapi jangan salah, Bontang adalah salah satu kota terkaya di Indonesia karena jadi markas perusahaan raksasa kayak PT Badak NGL (gas alam) dan PT Pupuk Kaltim. Meskipun di Bontang isinya pabrik sama pipa besi, tapi tetap menjaga hutan alami di tengah kota.
Pelajaran dari trip ini, peradaban itu ngga selalu soal sinyal kenceng atau mall gede. Kadang, kumpul di ruang tengah sambil "cuap cuap" itu udah lebih dari cukup. Life is good, gaiss.. xixixi. Nah, itu dia sedikit cuplikan serunya main ke Bontang. BTW ada yang punya rencana ke Kaltim atau malah orang asli Bontang di sini? Bolehlah komen, kali aja kita bisa janjian makan Gami Bawis bareng ehee.
Tentang Jarak, Kakak, dan Kehangatan Kota Bontang
Bontang Kuala dengan Bunyi "Gledag-Gledug" yang Berirama
Kampung Nelayan Selambai
Bontang Mangrove Park
PPI Tanjung Limau: Tempat Pelelangan Ikan
Rumah Aa: Homey yang Chill
Tau Gak Sih?
Ngomongin Bontang gak lengkap kalau gak bahas "selebriti" lokalnya, yaitu Buaya Riska. Beneran.. ini bukan mitos. Ada buaya muara liar yang sahabatan banget sama warga lokal namanya Pak Ambo. Hubungan mereka udah kayak keluarga, sampai-sampai Pak Ambo bisa ngasih makan dan ngobrol langsung tanpa rasa takut. Kisah persahabatan mereka ini viral sampai ke luar negeri lho. Jadi, kalau ke Bontang, nuansa alam liarnya emang masih kerasa tapi tetep berdampingan sama warganya. Habitat aslinya di sekitar muara sungai dekat pemukiman, tapi sekarang Riska udah dipindahkan ke konservasi demi keamanan bersama, dan legendanya tetap melekat di hati warga Bontang.
Jalan-jalan ke Ibu Kota KalTim, Worth the hype?
Tepian Sungai Mahakam
Masjid Baitul Muttaqien (Islamic Center Kaltim)
Ocean Cafe & Resto
Tau Gak Sih?
Samarinda punya maskot yang unik banget, yaitu Pesut Mahakam. Ini bukan lumba-lumba laut biasa, melainkan lumba-lumba air tawar yang sangat langka. Sayangnya, sekarang mereka lebih sering terlihat di hulu sungai (daerah Kutai Kartanegara), tapi patung pesut yang "tersenyum" bisa kamu temukan di berbagai sudut kota Samarinda sebagai simbol kebanggaan.
Samarinda sering disebut Kota Tepian. Selain karena letaknya di tepian sungai, TEPIAN itu sebenarnya slogan pemerintah yang merupakan singkatan dari:
Teduh, Elok, Praya (Sejahtera/Rapi), Iman, Aman, dan Nyaman.
Samboja Diary: Glamping life di Coconut Beach Samboja
Bangun Tidur - Buka Tenda - Sea View
Main ke Samboja bukan cuma soal hutan, tapi soal Coconut Beach yang diam-diam punya view juara. Hidden gem yang bikin lupa jalan pulang. Pasir putih, pohon kelapa, dan suara ombak—definisi recharge energi yang paling bener. Island life mode: ON!
Tau Gak Sih?
Lokasi Pantai Coconut Beach berada di wilayah Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara yang berjarak sekitar 93,6 km dari pusat kota Samarinda dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 43 menit jika menggunakan mobil melalui jalur tol.
Karena posisinya menghadap ke Timur (Selat Makassar), Coconut Beach adalah salah satu spot terbaik buat berburu matahari terbit.
Secara lokasi, Samboja (termasuk Coconut Beach) adalah salah satu wilayah yang paling dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Nggak perlu jauh-jauh ke Fhilipina atau Maldives buat ngerasain tidur di atas air. Di sini ada unit Water Camp yang posisinya menjorok ke arah air. Sensasi goyangan airnya bikin tidur makin nyenyak, tapi tenang aja, ini tetap aman.
Jawa Calling! Log out Borneo, Log in Kapal Laut
Balikpapan - Surabaya Jalur Laut
Kehidupan Tepi Laut
Dari gerbang Kalimantan, kita titip rindu di Selat Makassar. KalTim – Jawa via laut? Challenge accepted. Slow Living 48 Jam di Atas Dek: Ombak, Angin, dan Perjalanan Pulang.
Tau Gak Sih?
Maskot Si "Introvert"
Maskot resmi Balikpapan itu Beruang Madu. Kalau mau ketemu si imut yang pemalu ini, kita harus melipir ke KWPLH (Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup) di KM 23. Di sana, mereka hidup santai di habitat yang dibuat mirip banget sama hutan aslinya. Truly a healing spot!
Pantai adalah "Halaman Belakang"
Di Balikpapan, kotanya persis di tepi laut. Banyak banget kafe dan resto estetik, bahkan mall dan hotel yang punya "halaman belakang" langsung menghadap Selat Makassar. Jadi, nongkrong sore di Balikpapan itu level-nya beda karena suasananya bener-bener beach vibes.